Dikala hujan membasahi bumi,
Mindaku menerawang jauh,
Yang menembusi igauan hari,
Suatu tusukan membawa memori dalam dinihari,
Percintaan,
Tiada dalam kamus hidupku,
Ungkapan ini dikombinasikan pilu dan alpa,
Kegagalan cinta punah kegusaran,
Implikasi kiasan ke lembah lara,
Kamar sanubari,
Mengisi ruang pahitku,
Kutidak bisa menginterpretasi luahan dalaman,
Dalam manifestasi cinta lampauku,
Luka dalam pemusnah kematangan,
Kian berlalu detik memori,
Tiada apa kucatan dalam memoir,
Hanya jiwa penyimpan cintaku,
Sebagai kiasan penyuntik naluri diri,
Kini,
Cinta erti revolusiku,
Pemangkin falsafah rohaniah masa muka,
Abadi cinta,
Kian kurundumkan negatifku,
Dinihari diri ini penuntut,
Yang menggapai hasrat sanubari,
senantisa kutingkatkan improviasasi diri,
Untuk mentransformasikan kecemerlangan kendiri,
Dalam pelbagai aspek,
Demi benteng melayari hidup ini,
Kian mencabar,
Dalam liku luar jangkau diri.


